Badan Pemulihan Aset Luncurkan BPA Fair 2026  Strategi Baru Optimalkan Pemulihan Aset  Lewat Penjualan Lelang Terbuka

Badan Pemulihan Aset Luncurkan BPA Fair 2026 Strategi Baru Optimalkan Pemulihan Aset Lewat Penjualan Lelang Terbuka

PUSAT PENERANGAN HUKUM KEJAKSAAN AGUNG

Jl. Sultan Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

 

SIARAN PERS

Nomor: PR – 136/035/K.3/Kph.3/04/2026

 

 

Badan Pemulihan Aset Luncurkan "BPA Fair 2026", 

Strategi Baru Optimalkan Pemulihan Aset 

Lewat Penjualan Lelang Terbuka

 

Badan Pemulihan Aset (BPA) secara resmi meluncurkan BPA Fair 2026 mengusung tema “Pemulihan Aset UntukKesempurnaan Keadilan” yang berlangsung pada Rabu 22 April 2026 di Kantor Badan Pemulihan Aset. Kegiatan inimenjadi terobosan perdana (game changer) dalammeningkatkan efektivitas penyelesaian aset negara melaluimekanisme penjualan lelang yang transparan dan akuntabel.

Adapun rangkaian kegiatan BPA Fair ini akan berlangsungmulai 18 Mei s.d. 22 Mei 2026. Melalui kegiatan ini, BPA terusberkomitmen untuk mengoptimalkan pemulihan sertapengelolaan aset sebagai bagian integral dari penegakanhukum yang berkeadilan demi memulihkan kerugian negara secara akuntabel. 

Dalam sambutannya, Kepala Badan Pemulihan Aset Dr. Kuntadi mengungkapkan bahwa perhelatan BPA Fair inimerupakan inovasi perdana yang diharapkan menjadi game changer dalam pelaksanaan fungsi penyelesaian aset, terutama melalui mekanisme penjualan lelang yang selama inimasih menghadapi kendala rendahnya respons masyarakat.

“Program ini dirancang secara komprehensif untukmenguatkan sistem pemulihan aset nasional melalui integrasidata dan optimalisasi nilai manfaat ekonomi maupun sosialdari aset hasil penegakan hukum,” imbuh Kepala BPA. 

Selain memperkuat koordinasi lintas sektor dengan berbagailembaga perekonomian pemerintah, BPA Fair juga mengedepankan transformasi digital untuk meningkatkantransparansi serta efisiensi proses pelelangan. Langkah inidibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber dayamanusia dan edukasi publik yang intensif mengenai tahapanlelang barang rampasan negara melalui instansi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang atau KPKNL.

Dalam pelaksanaannya, Badan Pemulihan Aset bersinergidengan Kementerian Keuangan serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang mencakup BNI, Bank Mandiri dan BSI. 

“Kolaborasi strategis dengan Bank Himbara ini merupakanbentuk dukungan sistem transaksi dan pembayaran, sekaligus mitra dalam publikasi dan edukasi kepadamasyarakat. Pada ajang ini, terdapat estimasi sebanyak 400aset lebih yang terbagi dalam 245 lot untuk dilelang, dengantarget capaian penjualan sebesar 75 persen,” ungkap KepalaBPA.

Berdasarkan estimasi awal, nilai aset bergerak yang akandilelang mencapai lebih dari Rp100 miliar. Beberapa asetunggulan yang ditawarkan antara lain mobil sport dan lukisanberbahan emas. Sekitar 90% aset yang tersedia merupakanaset bergerak, sehingga memudahkan masyarakat dalammelihat dan memahami objek lelang secara langsung.

Aset yang ditawarkan meliputi berbagai kategori mulai dariperhiasan, tas mewah, kendaraan termasuk mobil sport, hingga karya seni seperti lukisan bernilai tinggi. Seluruh asettersebut telah melalui proses pengelolaan dan perawatanguna menjaga nilai ekonominya sebelum dilelang kepadapublik.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Anang Supriatna menegaskan bahwa BPA FAIR 2026 merupakan wujud nyata komitmen keterbukaan institusipenegak hukum, khususnya dalam pengelolaan dan pemulihan aset.

“Penegakan hukum tidak hanya berhenti pada penindakan, tetapi juga harus memastikan pemulihan kerugian negara. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi publik sekaligusmenjawab berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, masyarakatdiharapkan memperoleh pemahaman yang lebihkomprehensif mengenai mekanisme pengelolaan aset hasilpenegakan hukum yang selama ini belum sepenuhnyaterpublikasikan.

Aset-aset yang ditawarkan memiliki nilai yang kompetitif dan wajar sesuai harga pasar guna menarik minat peserta lelangtanpa mengabaikan prinsip optimalisasi penerimaan negara. Jenis aset yang dilelang meliputi berbagai aset unggulanseperti properti strategis dan kendaraan bernilai tinggi, yang tidak hanya berasal dari hasil rampasan perkara tetapi juga mencakup aset jaminan bank. 

Seluruh proses pendaftaran dan partisipasi masyarakatdilakukan secara terbuka melalui e-catalogue resmi sebagaiwujud transparansi dan akuntabilitas dalam menjamin aksesyang setara bagi seluruh publik. Melalui pendekatan yang terencana ini, Badan Pemulihan Aset optimis bahwapengelolaan aset negara akan menjadi instrumen pentingdalam mendukung stabilitas ekonomi dan kualitas tata kelolapemerintahan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikandukungan dan apresiasinya atas penyelenggaraan BPA Fairini. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalammemperkuat ekosistem properti dan aset berbasis syariah di Indonesia.” Harapannya, acara ini mampu menjaring pembelipotensial yang tepat agar dapat mendorong peningkatantransaksi dan memberikan nilai tambah bagi seluruhpemangku kepentingan,” imbuhnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista juga menyatakan bahwa kolaborasi dengan BPA merupakan bentuk optimalisasi aset yang lebih komprehensifdalam upaya menciptakan keunggulan berkelanjutan. ““Melalui sinergi ekosistem bisnis yang kuat, kami berkomitmen untuk mengakselerasi pemanfaatan aset agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal,” ujarAdhika.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh Sekretaris Kepala Badan Pemulihan Aset Idianto, S.H., M.H., Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Anang Supriatna, S.H., M.H., Direktur Corporate Bank Mandiri Mochamad Rizadi, SVP PT BNI Rangga Bhirawa, serta SEVP Information Technology PT Bank Syariah Indonesia Muhammad Misbahul Munir.

 

 

 

Jakarta, 22 April 2026

KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

 

 

 

 

ANANG SUPRIATNA, S.H., M.H.

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi

Tri Sutrisno S.H., M.H. / Kabid Media dan Kehumasan 

Hp. 081347660115

Email: humas.puspenkum@kejaksaan.go.id

 

Bagikan tautan ini

Mendengarkan